Ini Kata Pakar Gempa ITB-Gempa Lombok Capai Magnitudo 7
, Maksimal 7,6 untuk Gempa Bali-Lombok
Bandung - Usai dua gempa Lombok Minggu sore, 5 Agustus 2018, menyisakan pertanyaan, apakah bakal menyusul lindu yang lebih kuat? Pakar gempa dan BMKG menyatakan potensi maksimal gempa di Lombok bermagnitudo 7.
"Magnitudo gempa di utara Lombok maksimal tujuh," kata Irwan Meilano, pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung, Senin, 6 Agustus 2018.
Berdasarkan peta ancaman gempa 2017 keluaran Pusat Studi Gempa Bumi Nasional (Pusgen), kekuatan gempa maksimal di utara Lombok tercatat mencapai magnitudo 7,6. Kecepatan pergerakan lempengnya 0,5 milimeter per tahun.
Angka besaran potensi gempa 7,6 itu, kata Irwan yang juga terlibat dalam tim pembuatan peta, merujuk pada riwayat, dan dampak kerusakan gempa sebelumnya. Namun sebagian catatan masa lalu itu, kata Irwan, tidak semua merekam angka besaran gempa secara persis.
Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengatakan, kemungkinan potensi gempa maksimal Lombok itu diperkirakan sudah habis. "Karena segmen Bali- Lombok magnitudo maksimalnya 7,4," ujarnya Senin, 6 Agustus 2018.
BMKG menyatakan gempa Lombok yang terjadi pada Ahad 5 Agustus 2018 pukul 18:46:35 WIB sebagai lindu utama. Sumber gempanya pada koordinat lintang -8.37 dan bujur 116.48 bermagnitudo 7.0 dengan kedalaman 15 kilometer. Lokasinya berjarak 18 kilometer arah barat laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Sumber gempa Lombok itu dekat dengan sumber gempa bermagnitudo 6,4 tepat sepekan sebelumnya, Ahad, 29 Juli 2018, pukul 05:47:39 WIB di garis lintang -8.26 dan bujur 116.55 berkedalaman 10 kilometer. Lokasinya berjarak 28 kilometer arah barat laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. "Justru karena di lokasi sama maka ini menjadi gempa utama," kata Daryono.